The Real Habibi

The Real Habibi
In Pattaia Beach Thailand

Selasa, April 07, 2009

Mengatasi Perbedaan Sifat

Konon kebiasaan seseorang sudah datang dari sono-nya, sehingga sulit sekali untuk diubah. Tapi, bukan berarti tak bisa diatasi, kan?

Kadang-kadang aneh juga, kenapa banyak orang yang ingin mengubah kebiasaan orang lain, terutama calon pasangannya. Padahal, kalau dipikir-pikir, justru perbedaan itu yang membuat "dia" terlihat menarik.

Tapi, kalau mendengar alasan sejumlah wanita dan pria, kenapa mereka ingin mengubah pasangannya, nampaknya masuk akal juga. "Dia oke, tapi ada kebiasaan yang kayaknya kurang sreg," begitu kira-kira.

Konon, keinginan merubah pasangan itu timbul karena ego, "naluri" untuk memiliki dan merasa aman --tepatnya, agar diri merasa nyaman. Tak heran banyak yang melakukannya dengan membabi buta (ngomel sana, ngomel sini) tanpa menyadari efek sampingnya.

Memang ada yang berhasil, tapi ada juga yang membuahkan masalah baru. Walau bukan solusi yang tepat, nampaknya putus hubungan, bercerai, dan "perang dingin", menjadi alternatif paling baik, bila usaha merubah pasangan tak berhasil. Lantas, apa solusi yang terbaik?

Kata para ahli, kita harus berusaha mengubah sudut pandang terhadap satu masalah. Dengan begitu, lambat laun, fokus dalam diri akan berubah dan --kemungkinan besar, bisa menerima apa yang pasangan kita lakukan.

"Daripada memfokuskan diri untuk mengubah kebiasaan pasangan, akan lebih baik jika kita membangun atmosfer baru dengan mencoba saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing," jelas Neil Jacobson, seorang dosen psikologi asal University of Washington.

Berdasar studi yang dilakukannya, 89% pasangan yang memberlakukan sikap saling nrimo itu, umumnya merasa puas dengan hubungan mereka. "Mereka pun menjadi lebih bahagia karena 'peperangan' tak sering terjadi."

Untuk itu, Jacobson mengemukakan dua strategi yang bisa diterapkan dalam mengatasi perbedaan kebiasaan dengan pasangan, yakni:

1. Berhentilah terobsesi mengubah si dia. Daripada terus-menerus menuduh pasangan Anda sembrono atau serampangan misalnya, lebih baik tunjukkan bahwa Anda memiliki kebiasaan dan sikap baik yang berbeda. Kemudian Anda bisa berdiskusi layaknya sepasang yang tengah memcahkan persoalan.

2. Cobalah untuk menerima dirinya kendati dirinya tidak memenuhi sosok ideal Anda. Ingat, perbedaan-perbedaan itulah yang konon menjadi bagian dari rasa cinta itu sendiri bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

www.habibi-medica.co.cc