The Real Habibi

The Real Habibi
In Pattaia Beach Thailand

Selasa, April 07, 2009

Atasi Perselingkuhan dengan Terus Terang

Perselingkuhan pasti bisa dicegah. Kuncinya: suami-istri harus terus terang dan tak melakukan apa yang tak dikehendaki pasangan. Anda siap?

Terus terang hanya dua suku kata tapi untuk mewujudkannya tak sesederhana itu. Beberapa penelitian menunjukkan, hanya sebagian kecil saja suami-istri yang bisa saling terus-terang. Dari sebagian kecil itu, hanya sebagian kecil saja dari mereka yang memahami arti terus terang yang sesungguhnya. Kenapa?

Tak Siap Mental

Pernahkah suami Anda bercerita tentang mantan pacarnya? Sebagian besar wanita justru memilih sikap tak hendak mendengarnya sama sekali.

Kalau sampai suami bercerita atau menyebut-nyebut mantan pacarnya, mereka sangat cemburu dan meragukan cinta sang suami padanya.

Lalu, pernahkah suami Anda bercerita sejauh apa perbuatan yang pernah ia lakukan bersama mantan pacarnya? Hampir semua wanita menutup mata dan kupingnya untuk informasi ini. Mereka lebih memilih tidak tahu sama sekali supaya penilaiannya terhadap sang suami tak berubah gara-gara informasi tersebut.

Memang, semua itu adalah masa lalu. Tapi, justru dari masa lain itulah Anda sebenarnya bisa mendapatkan gambaran yang jelas dan otentik tentang karakter suami Anda. Bahkan, dari masa lalu itulah Anda akan bisa menempatkan diri serta memperlakukannya hingga ia benar-benar menjadi milik Anda seorang.

Kenapa sebagian besar wanita tak hendak mengetahui masa lalu suaminya? Ini semata-mata karena mereka umumnya tak siap mental, jikalau masa lalu suami membuatnya bergidik, tercengang, terperanjat, atau bahkan menyesal menikah dengan pria yang punya masa lalu seperti itu.

Takut Suami Tersinggung

Sikap tak ingin tahu itu juga merembet ke hal-hal lain. Misalnya, pernahkah Anda bertanya, apa yang disukai dan tidak disukai suami dari Anda? Sebagian besar wanita tak berani menanyakan ini. Padahal, dengan mengetahui hal ini, Anda akan lebih mudah dan terarah menata diri. Anda jadi tahu, perilaku apa saja yang harus dipertahankan serta yang harus ditinggalkan.

Dengan memberi kesempatan kepada suami untuk mengemukakan secara terus terang harapan serta keinginannya tentang Anda, itu berarti terbuka pula peluang bagi Anda untuk mengemukakan keinginan Anda dari suami. Sayangnya, sebagian besar istri lebih banyak bersifat menunggu, tak hendak mengambil inisiatif. Takut mendahului, takut suami tersinggung.

Asal Anda tahu, para suami sebenarnya sangat bangga bisa memenuhi keinginan istrinya, sejauh itu mampu dipenuhinya. Tapi, karena mereka adalah makhluk yang jarang memuji, makanya Anda sebaiknya memancing dia dengan sejumlah pertanyaan. Dengan begitu, apa yang ada di hatinya akan terungkap secara terus terang. Mereka akan sangat senang karena Anda berkenan mendengarkan pendapatnya, apalagi mau mengikuti saran-sarannya.

Dalam berbagai kesempatan, ada suami yang bercerita bahwa ia sedih karena istrinya hampir tak pernah minta sarannya. Ia jadi sering merenung, apakah karena sarannya tidak berguna hingga sang istri tak menginginkan sarannya? Jadi, meskipun Anda bisa dan mampu melakukan semuanya, dengan mendengar serta mengakomodir saran pasangan itu juga menjadi bagian dari keterus-terangan yang sangat berarti untuk mencegah perselingkuhan.

Konsekuensi Terus Terang

Logikanya, dengan saling berterus- terang, suami-istri jadi tahu apa yang disukai dan tak disukai pasangannya Namun, kenyataannya, apa yang sudah diketahui itu hanya dianggar angin lalu. Seperti komentar suami berikut ini."Ia,kan, sudah tahu sudah tahu saya paling tidak suka ditanya-tanya dan diserobot dengan pertanyaan kalau baru pulang kerja, eh tetap saja saya diberondongnya dengan
pertanyaan ini-itu!"

Atau, keluhan seorang istri, "Ya, kan, sudah tahu saya paling tidak suka jika dibanding-bandingkan dengan kakak atau adik saya. Kalau mau nasihatin ya nasehatin saja, tak usah dibandingkan, meskipun dengan saudara sendiri!"

Begitulah umumnya kesalahan pasangan suami-istri. Mereka rata-rata sudah tahu apa yang disukai dan tidak disukai pasangannya. Namun, anehnya perilaku sehari-hari dalam menghadapi pasangan sama sekali tak mengantisipasi apa yang sudah diketahui itu. Akibatnya, ketersinggungan yang dirasakan pasangan menjadi semakin mendalam.

Dengan kata lain, sudah tahu ini dan itu tidak boleh tapi tetap dilakukan juga. Maka, masing-masing merasa bahwa pasangannya sengaja menyakiti atau sengaja menyinggung perasaannya.

Nah, inilah yang namanya tak menghargai buah dari keterus-terangan. Kalau sudah begini, untuk apa berterus terang? Untuk apa saling tahu? Seharusnya, hasil terus terang itu adalah masing-masing pasangan jadi mampu saling memahami, saling berempati, hingga ada sejumlah pemakluman. Istri atau suami pasti merasa sangat bangga jika dipahami pasangannya.

Nah, realitas inilah yang akan menyejukkan hati, yang secara otomatis mampu meredam hasrat untuk berpaling ke lain hati

1 komentar:

  1. Cuma mau nanya, Seandainya kita punya 2 pacar yang sama-sama bener-benar saya cintai, apakah itu termasuk selingkuh..terus kira-kira bagaimana jalan terbaiknya?he,he..

    BalasHapus

www.habibi-medica.co.cc