The Real Habibi

The Real Habibi
In Pattaia Beach Thailand

Kamis, Juni 04, 2009

Tontonan dan Tuntunan

Akhir-akhir ini ini kita sering menyaksikan tayangan/berita di media, saya fikir sekarang hampir setiap kalangan berminat mempublikasikan diri. menurut anda, tontonan yang bagaimana yang mangandung tuntunan. karena yang jelas pada hakekatnya masyarakat Indonesia tidak butuh tontonan yang sedang marak di Indonesia yang menurut saya jauh dari kesan mengandung tuntunan. bagaimana komentar anda?
www.google.com
Menurut Anda, Poligami aman itu seperti apa?tolong beri komentar.
www.google.com

Selasa, April 07, 2009

Memelihara Kebahagiaan Perkawinan

Kebahagiaan perkawinan adalah suatu hal yang mampu membuat hidup itu terasa tenteram, bahagia, nyaman, aman dan damai. Apalagi bila kebahagiaan itu dapat dirasakan dalam waktu lama dengan abadi pula. Untuk membuat kebahagiaan itu bertahan lama, perlu pemeliharaan yang dilakukan dengan penuh hati-hati dan tidak sembarangan. Bagaimanapun menjaga dan memelihara apa yang telah kita dapatkan tentu tidak semudah waktu pertama kali kita mendapatkannya. Memelihara kebahagiaan perkawinan itu sendiri dapat dimulai dengan memperhatikan dan membenahi hal-hal yang sepele. Misalnya saja memperhatikan apa yang disukai dan tidak disukai oleh pasangan kita.

Pada tahun-tahun pertama perkawinan segalanya masih begitu indah dan terasa manis. Banyak perasan yang dikorbankan demi menyenangkan pasangan. Tetapi, ketika tahun demi tahun berganti, seiring waktu berlalu perasaan dan niat untuk memberi kebahagiaan pada orang yang dicintai itu akan semakin pudar secara perlahan tapi pasti. Itu sebabnya mengapa perlu bagi pasangan suami isteri untuk selalu berusaha menjaga dan memelihara kehidupan perkawinannya sebaik mungkin. Setiap orang pada awal kebahagiaannya tentu tidak mengharapkan perkawinannya berakhir singkat. Apalagi setelah kehadiran anak-anak yang menghiasi perkawinan tersebut. Sebagai orang tua tentu kita juga harus memikirkan bagaimana nasib anak-anaknya kelak bila orang tua mereka terpaksa harus berpisah.

Oleh karana itu, sebelum apa yang tidak diharapkan terjadi dan menimpa kehidupan rumah tangga, tidak ada salahnya bagi pasangan suami isteri untuk memahami betul-betul bahwa perkawinan itu adalah sesuatu yang indah dan merupakan berkat dari Tuhan yang harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Jangan sampai pernikahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun kandas begitu saja hanya karena hal kecil yang tidak bisa ditolerir.

Banyak hal yang bisa dilakukan pasangan suami isteri untuk mengantisipasi kehidupan perkawinannya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkannya. Salah satu di antaranya adalah menghormati dan menghargai pasangannya. Apapun yang terjadi bila anda saling menghormati dan menghargai tentu segalanya akan dapat diatasi dengan baik. Jangan menganggap sepele pasangan, apalagi sampai menyakiti dan melukai hatinya.
Ingatlah selalu bahwa, sebelum anda memutuskan untuk hidup bersama dengannya, Anda pernah mencintai dan menyayanginya. Jadi jangan biarkan perasaan cinta dan sayang itu lenyap hanya karena anda mulai jenuh dengan rutinitas yang ada.

Membina hidup perkawinan itu memang tidak mudah. Tetapi semuanya akan dapat dijalankan dengan baik apabila anda tetap menganggap bahwa pasangan anda adalah orang terbaik di mata anda, orang yang berhasil menaklukkan hati anda, orang yang tiada tandingannya, dan orang yang paling anda cintai dan rindukan. Dengan berbekal alasan- alasan seperti itu, dapat dipastikan anda tak mungkin rela apalagi sampai tega bila sesuatu itu terjadi padanya. Bahkan anda akan semakin menyayangi, mencintai dan membutuhkannya, karena dengan dialah anda hidup selama ini.

www.google.com

Nasehat Qur'ani Tentang Pernikahan

Bagi mereka yg mencari Mawaddah (kasih), Sakinah (ketentraman) dan Rahmah (sayang) dalam Keluarga.

Bismillahirrahmaanirahiim

Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan2 Al-qur'an tentang tujuan hidup yang sebenarnya Nasehat ini untuk semuanya ...........
Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........
Untuk mereka yang belum memiliki arah.........
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasehat ini untuk semuanya.......
Semua yang menginginkan kebaikan.

Saudaraku.............
Nikah itu ibadah.......
Nikah itu suci,ingat itu......
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, ketutunan maupun kecantikan sebagai alasan............
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan........
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Saudaraku..........
Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta........
Namun......jika cinta engkau jadikan sebagai landasan, maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......
Niscaya engkau akan selamat
Tidak saja dunia, tapi juga akherat.......
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Saudaraku...........
Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu"...... disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.......
Jika ini kau lakukan " istanamu " tidak akan langgeng.....
Lihatlah manusia ter-agung Rasulullah saw.... tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban, karena sang istri tercinta tidak
mendengar kedatangannya.
Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar........
Menjahit bajunya yang robek........

Saudaraku.........
Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu "........
Disayang, dimanja dan dilayani suami......
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu........
Jika itu engkau lakukan " istanamu " akan menjadi neraka bagimu

Saudaraku............
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......
Jika itu engaku lakukan akan celaka....
Engaku tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih, tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....
Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu tatkala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena menuruti kemauan sang istri.
Tegaslah terhadap istrimu.................
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya........
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth...........
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang.....
Istrimu bisa menjadi musuhmu...........
Didiklah istrimu........
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya......
Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang suami
Rasulullah saw menerima tugas risalah.....
Istrimu adalah tanggung jawabmu....
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.....
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah....
Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam........
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...

Saudaraku.......
Jika engkau menjadi istri.........
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu......
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah......
siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami.....
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya....
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.
Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....
Jika itu kau lakukan.....
Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka................jangan..........

Saudaraku........
Jika engaku menjadi Bapak......
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Rasulullah saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah..........
Ajaklah mereka taat kepada Allah.......
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti.......
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat.......
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah..........
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih.....
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Saudaraku........
Jika engkau menjadi ibu....
Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh....
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu....
Jadikanlah mereka mujahid.........
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.....
Jangan biarkan mereka bermanja-manja.....
Jangan biarkan mereka bermalas-malas..........
Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shalih....
Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam.

AMIN

ada wanita itu bersamanya." (HR Abu Nuaim)

www.google.com

Tanggung Jawab Sebelum Berumahtangga


Untuk menolong kita didalam usaha-usaha membina rumah tangga yang Islami, Islam telah memberikan petunjuk kepada kita. Diantaranya adalah:

SATU : Pernikahan kita haruslah karena Allah. Yaitu bertujuan untuk:
- membina sebuah rumah tangga yang Islami
- melahirkan keturunan yang soleh
- membina keluarga yang sanggup memikul amanah dan dapat melaksanakan kewujudan hidayah Allah sehingga hidayah tersebut akan terus berlanjutan.

DUA : Pernikahan ditujukan untuk menjaga pandangan & kehormatan kita sehingga kita betul-betul bertakwa kepada Allah.
Rasulullah SAW telah bersabda :
"Allah berhak menolong tiga golongan: orang yang berjihad di jalan Allah, hamba mukatab yang ingin membayar harga tebusannya, dan orang yang menikah dengan tujuan untuk dapat memelihara kehormatan dirinya."
(HR Tirmidhi, Ibn
Hibban, dan Al-Hakim).

Sabda Rasulullah SAW yang lain :
"Barang siapa yang menikah bererti dia telah menyempurnakan sebagian agamanya, maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah yang merupakan sebagian lainnya lagi." (HR al-Baihaqi)

TIGA : Kita haruslah bijak dalam memilih pasangan hidup yang akan menjadi
teman hidup kita yang diharapkan dapat seiring dan sejalan. Ini memerlukan usaha yg sungguh-sungguh.
Rasulullah SAW telah bersabda:
"Pilihlah (yang terbaik) untuk keturunanmu karena (kegagalan dari) satu generasi akan menuju kepada krisis." (HR Ibnu Majah dan Abu Mansur)

EMPAT : Kita hendaklah memilih pasangan hidup yang memiliki akhlak yang baik & berpegang teguh kepada agama, jadi kekayaan dan wajah bukanlah ukuran utama.

Sabda Rasulullah SAW :
"Janganlah kamu menikahi wanita kerana kecantikannya; boleh jadi kecantikannya itu akan membuat mereka hina.
Janganlah kamu menikahi
wanita kerana hartanya; boleh jadi hartanya itu akan membuat mereka zalim. Tapi nikahilah mereka kerana agamanya. Wanita hamba sahaya yang tuli namun beragama adalah lebih baik."
(HR Ibnu Majah)

LIMA : Kita harus menjauhkan diri dari melanggar perintah Allah & menjauhi kemurkaan Allah serta azabnya. Seperti yg disabdakan oleh
Rasulullah s.a.w :
"Siapa yang menikahi wanita kerana ketinggian kedudukannya, pernikahan itu tidak akan membawa sesuatu kepadanya kecuali kehinaan. Barangsiapa
menikahi wanita kerana hartanya maka itu tidak akan menambah sesuatu kepadanya kecuali kemiskinan. Barangsiapa yg menikahi wanita kerana
keturunannya, perkawinan itu tidak akan menambah sesuatu kepadanya kecuali hina dina. Dan barang siapa yang menikahi wanita dengan tujuan agar dapat menahan pandangannya, memelihara kehormatannya atau menghubungkan
silaturahim, Allah akan memberikan berkah kepadanya bersama wanita itu dan memberikan berkah kepadanya

www.google.com

Lika-liku Selingkuh

Banyak orang setuju kalau kesetiaan adalah kunci dari kesuksesan sebuah hubungan. Tapi nyatanya banyak yang diam-diam berselingkuh. Seorang psikolog, Paula Hall mengungkapkan mengapa orang memiliki affair dan memberi tips agar hubungan bisa bertahan menghadapinya.

Kenapa Ada Perselingkuhan ?
Kita bisa mencari banyak alasan untuk menjawab pertanyaan di atas. Tetapi biasanya selingkuh adalah tanda adanya keinginan untuk perubahan. Ada sesuatu dalam diri pasangan atau dalam hubungan yang sedang dijalani, tidak sesuai dengan harapan. Dan perselingkuhan memicu perubahan tersebut. Perselingkuhan tidak melulu soal seks. Keintiman yang terjadi antara dua orang dan melanggar kepercayaan pasangannya bisa merupakan sebuah affair.

Tipe-tipe Perselingkuhan
Meski banyak alasan mengapa orang berselingkuh, kita bisa menggolongkan affair menjadi beberapa kategori :

01. The Boat-rocking Affair
Terjadi ketika seseorang merasa tidak puas dengan hubungannya. Perselingkuhan tanpa disadari menjadi cara untuk mengalihkan perhatian dari masalah dan membuatnya muncul ke permukaan. Affair jenis ini selalu timbul tenggelam.

02. The Exit Affair
Terjadi ketika perselingkuhan dijadikan cara untuk lepas dari sebuah hubungan. Bukannya menghadapi masalah dengan pasangannya, ia malah memilih lari dalam perselingkuhan.

03. The Thrill Affair
Sebuah hubungan yang terlarang bisa menimbulkan sensasi tersendiri, rasa deg-degan karena takut ketahuan memompa adrenalin dalam tubuh, sehingga hubungan seks yang dilakukan dengan seseorang yang baru terasa begitu menggairahkan. Perselingkuhan pun menjadi terasa romantis dan menarik. Selingkuh itu indah, begitu prinsip mereka.

04. The Three's Company Affair
Sebuah affair yang berlangsung tahunan ; bisa disebut juga affair berturut-turut.
Ada sebagian orang yang merasa tidak bisa berkomitmen dengan satu orang, orang-orang dalam golongan ini merasa tercekik dalam hubungan monogami. Kehadiran orang ketiga bisa menjadi penyaluran dalam masalah emosi tadi.

Ketika Affair Terbongkar
Saat rahasia akhirnya terkuak, baik berangsur-angsur atau tiba-tiba, shock adalah perasaan yang pertama akan Anda alami. Ketika shock telah lewat, perasaan yang tertinggal adalah marah, sedih, bingung dan mungkin merasa dipermalukan, terutama jika Anda yang melakukan affair.
Kebanyakan orang akan terus bertanya-tanya mengapa semua ini terjadi dan berpikir adakah kemungkinan hubungan mereka bisa diselamatkan.

Kepercayaan adalah resep sebuah hubungan yang sehat dan sering kita abaikan. Kalau Anda adalah pihak yang berselingkuh, Anda harus bekerja dengan keras untuk meyakinkan pasangan bahwa ia adalah cinta sejati Anda dan Anda telah belajar banyak dari kesalahan yang dibuat.

Bagaimana kalau pasangan kita yang berselingkuh ? Anda mungkin akan terus mempertanyakan diri sendiri untuk waktu yang lama. Tetapi ketika masa itu telah lewat, hubungan yang dimiliki akan lebih dilandasi rasa percaya dan rasa aman.

Butuh waktu sebentar untuk menghancurkan kepercayaan, tetapi butuh waktu yang sangat lama untuk membangunnya. Pada mulanya mungkin Anda akan merasa bahwa hubungan tidak akan kembali normal, tetapi dengan kesabaran dan niat yang kuat, semua akan bisa bertahan. Jika dirasa perlu, Anda dan pasangan bisa mendatangi lembaga konseling perkawinan untuk meminta saran. Perselingkuhan adalah titik balik perubahan sebuah hubungan, tetapi tidak selalu tanda akhir dari hubungan.

Tipe hubungan yang berpotensi memiliki affair :

- Hubungan Bermasalah
Jika Anda merasa tidak bahagia dengan hubungan yang dimiliki, Anda berpeluang besar mencari orang lain.

- Bosan
Jika Anda bosan dengan hidup Anda, perselingkuhan akan terlihat seperti sebuah petualangan.

- Kurang Pede
Mungkin Anda merasa butuh pengakuan bahwa Anda menarik dan layak dicintai.


Tips Untuk Mencegah Affair :


- Terbuka
Kejujuran dalah kunci untuk menghindari affair. Saling sharring perasaan dengan pasangan dan selalu mensuport satu sama lain.

- Kedekatan
Buat dan pelihara keintiman baik secara emosi dan seksual dengan pasangan. Semakin dekat Anda, semakin kuat pula Anda.

- Smart
Jangan terjebak pada kepuasan, manusia tidak luput dari godaan.

- Waspada
Ketika Anda merasa tertarik pada seseorang, segera ambil jarak sebelum muncul perasaan lebih dalam.

- Jaga Sikap
Kalau Anda merasa diri Anda mudah membuat orang tergoda ; ingatlah, kalau tidak ingin terbakar, jangan main api.

www.google.com

Persiapan Menuju Pernikahan

Setiap kita (Insyaalah) akan menuju suatu perjanjian besar yang merupakan sunah nabi yang tentu kita tidak akan melakukannya dengan main-main. Karena hal ini, bagi sebagian besar orang merupakan sesuatu yang hanya ingin dilakukannya sekali seumur hidup. Masih banyak alibi yang menbuat kita harus menyiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Sebelum anda mengambil keputusan besar itu, judul buku karangan H. M. Anis Matta yang diterbitkan oleh PT Syaamil Cipta Media, Bandung pada bulan maret tahun 2003 ini tampaknya cocok untuk mengantarkan kita menuju diskusi tentang pernikahan.. Ya, sebelum anda mengambil keputusan besar itu, anda (katanya) harus mempersiapkan minimal 4 hal…
Ok, mari kita siapkan 4 hal tersebut..
1. kesiapan pemikiran
2. kesiapan psikologis
3. persiapan fisik
4. persiapan financial

1. Kesiapan Pemikiran
Kesiapan pemikiran ini mencakup 3 hal :
i. Kematangan visi keislaman
ii. Kematangan visi kepribadian
iii. Kematangan visi pekerjaan

i. Kematangan Visi Keislaman
Orang yang mempunyai kematangan visi keislaman berarti memiliki dasar-dasar pemikiran yang jelas tentang identitas ideologinya. Ketika seorang muslim ingin menikah, ia harus mengetahui dulu bahwa ia muslim. Namun diatas itu ia juga harus mengetahui mengapa ia menjadi muslim, sehingga ia mampu dihadapkan kepada berbagai pilihan dalam kehidupan riil.

Masalah pernikahan bukan perkara yang sulit (karena islam sendiri sudah memudahkan masalah ini) tapi bukan pula merupakan perkara yang sembarangan. Disinilah kematangan visi keislaman (baca : makrifat kepada islam dengan baik) sangat dibutuhan. Karena setelah akad nikah terlewati akan ada status qowam yang menempel pada diri seorang suami dan status bunda pada diri seorang istri yang disitu memerlukan kematangan visi keislaman. Nantinya akan terlihat peran qowam dalam memimpin bahtera rumah tangga, mau dibawa kemana isteri dan anaknya, dan akan ada peran seorang bunda sebagai ustadzah pertama bagi anak-anaknya. Siapkah seorang qowam dan seorang bunda akan pengetahuan islam; pengetahuan tentang pernikahan (sebelum dan sesudah akad nikah ditunaikan); pengetahuan tentang tauhid, akhlak, dsb yang nantinya akan diajarkan kepada jundi-jundi kecilnya; pengetahuan tentang hukum islam, etika islam, dan masih banyak lagi.

Akad nikah merupakan launcing berdirinya sebuah madrasah. Akad nikah barlangsung bersamaan dengan pengguntingan pita tanda dibukanya sebuah madrasah baru, bersamaan pula dengan dilantiknya sepasang ustadz dan ustadzah yang diwajibkan untuk siap mendidik jundi-jundi kecil yang nanti akan meramaikan madrasah itu. Sepasang ustadz dan ustadzah yang bersatu dalam sebuah ikatan suci ini nanti akan mengajarkan banyak hal pada jundi-jundi kecil-nya dan sekaligus akan mengecap pembelajaran- pembelajaran yang akan mendewasakan keduanya. Begitulah waktu bergulir. Akankah menjadi sebuah madrasah favorit yang akan dijadikan cerminan madrasah-madrasah lainnya ataukah akan menjadi madrasah yang buruk bahkan ambruk (na'udzubillah! ) tergantung sematang apa visi keislaman yang ia punya.

ii. Kematangan Visi Kepribadian
Dua hambatan terbesar dalam berhubungan dengan orang lain yaitu bila kita tidak memahami orang lain dengan benar dan bila kita tidak mampu memahami diri kita sendiri dengan benar.
Seseorang yang mempunyai konsep diri yang jelas artinya ia mengetahui kepribadiannya sendiri dengan baik. Orang semacam itu akan mampu memahami keadaan dirinya sendiri sehingga akan melahirkan penerimaan diri yang baik.
Ketika seseorang mampu menerima dirinya dengan baik, setelah menikah pada umumnya ia juga akan mampu menerima pasangannya dengan baik.

iii. Kematangan Visi Pekerjaan
Point ini lebih khusus ditujukan untuk calon suami. Seorang ikhwan ketika memutuskan untuk menikah maka ia harus mempuyai perencanaan yang matang tentang bagaimana ia nanti akan menghidupi anak dan istrinya. Artinya, ia mempunyai visi yang jelas tentang pekerjaan yang akan dilakoninya kelak.

2. Kesiapan Psikologis

Ketika seseorang berumah tangga, tangung jawab (sebagai seorang qowam atau bunda) akan memberikan beban secara psikologis. Orang yang tidak sanggup menerima beban tidak akan kuat menghadapi beban kehidupan rumah tangga.

Kesiapan psikologis disini adalah kematangan tertentu secara psikis untuk menghadapi berbagai tantangan besar dalam hidup. Orang yang tidak matang secara psikologis akan menyebabkan banyak sekali masalah dalam keluarga ketika memasuki perkawinan.

Contoh, ketika Rasulullah bersama sahabat di rumah ‘Aisyah, datang sahabat lain membawa nampan berisi makanan. Nampan itu dikirim oleh salah seorang istri Rasul yang lain. Ketika ‘Aisyah mengetahui hal itu, ia langsung menghancurkan isi nampan didepan Rasul dan para sahabat. Kita dapat membayangkan gengsi seorang pemimpin yang terganggu dalam situasi seperti itu. Sambil meneguk secangkir kopi, Rasul mengatakan kalau kita sekarang membutuhkan laki-laki yang bisa menghadapi masalah yang paling pelik dengan cara sederhana. Saat itu rasul berkata, “Ibu kalian sedang cemburu.” That's it. Finish.


3. Kesiapan fisik
Apakah fisiknya sudah siap untuk menikah. Kita harus meyakini bahwa fisik kita sudah siap untuk menikah. Itulah sebabnya nikah terlalu dini juga tidak terlalu bagus (pada umur 12 tahun misalnya). Dalam kitab al Hijab, Maududi menjelaskan tentang hubungan seksual. Ketika alat reproduksi kita belum matang, hal itu bisa mempercepat perapuhan fisik secara umum. Di Barat, orang yang melakukan hubungan seksual terlalu muda, pada umumnya setelah diatas usia tiga puluhan akan mengalami hambatan-hambatan fisik.
Lain halnya dengan orang yang telat nikah (menikah diatas umur 30 tahun). Menurut ahli kandungan, daya seksual diatas usia 30 tahun sedang down. Makanya laki-laki yang telat menikah, ketika berumur 40 tahun merasa masih harus membuktikan kelaki-lakiannya. Hal ini dibenarkan oleh para psikolog dengan menghembuskan isu puber kedua. Ini tidak benar di dalam islam sehingga penting diketahui dengan baik.

4. Kesiapan Finansial
Yang ada dalam perkawinan bukan hanya cinta. Aspek ekonomi juga sangat terlibat. Walaupun tidak berarti ketika seorang ikhwan ingin menikah maka ia harus menjadi ikhwan yang berkepribadian; ikhwan dengan rumah pribadi, mobil pribadi, perusahaan pribadi. Bukan itu. Tapi bagaimana seorang ikhwan siap menafkahi anak dan istrinya secara rasional, artinya dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

Jangan sampai kita memasuki dunia perkawinan hanya dengan semangat baja, “kalaupun mereka fakir nanti Allah yang akan membuat kaya”. Kita harus tetap ingat bagaimana cara Allah membuat orang kaya. Prosedurnya tetap manusiawi. Walaupun ada yang tidak menusiawi. Allah mengatakan, “barang siapa yang bertakwa kepada Allah, Ia akan memberikan jalan dari arah yang tidak disangka-sangka” . Tapi sebagian besar kerjanya manusiawi. Seperti yang dikatakan Umar bin Khatab bahwa langit tidak akan menurunkan emas.

www.google.com

Sakinah Mawaddah dan Rahmah


Pernikahan artinya menjalin kecintaan dan kerjasama, mendahulukan kepentingan orang lain dan pengorbanan, ketentraman dan mawaddah, hubungan rohani yang mulia dan keterikatan jasad yang disyari'atkan.

Pernikahan artinya rumah yang tiangnya adalah Adam dan Hawwa, dan dari keduanya terbentuk keluarga-keluarga dan keturunan-keturunan, lalu rumah-rumah, lalu komunitas, lalu muncul berbagai bangsa dan negara. Dalam hal ini, Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,
"Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah." (al-Furqan:54).

Mushaharah yaitu hubungan kekeluargaan yang disebabkan oleh ikatan perkawinan, seperti menantu, mertua, ipar, dan sebagainya.

Pernikahan adalah benteng yang dapat menekan kejalangan nafsu seksual seseorang, mendorong keinginan syahwatnya, menjaga kemaluan dan kehormatannya serta menghalanginya dari keterjerumusan ke dalam lubang-lubang maksiat dan sarang-sarang perbuatan keji.

Kita melihat bagaimana al-Qur'an membangkitkan pada diri masing-masing pasangan suami-istri suatu perasaan bahwa masing-masing mereka saling membutuhkan satu sama lain dan saling menyempurnakan kekurangan.

Sesungguhnya wanita adalah ran ting dari laki-laki dan laki-laki adalah akar bagi wanita. Karena itu, akar selalu membutuhkan ranting dan ran ting selalu membutuhkan akar." Mengenai hal ini, Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,
"Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya." (al-A'raf:189).

Yang dimaksud dengan diri yang satu adalah Adam dan yang dimaksud istrinya adalah Hawwa. Karena itu, pernikahan menurut Islam bukan hanya sekedar menjaga keutuhan jenis manusia saja, tetapi lebih dari itu adalah menjalankan perintah Allah subhanahu wata'ala sebagaimana dalam firman-Nya, artinya,
"Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi." (an-Nisa`:3)

Di bawah naungan ajaran Islam, kedua pasangan suami istri menjalani hidup mereka dalam kesenyawaan dan kesatuan dalam segala hal; kesatuan perasaan, kesatuan hati dan dorongan, kesatuan cita-cita dan tujuan akhir hidup dan lain-lain.

Di antara keagungan al-Qur'an dan kesempurnaannya, kita melihat semua makna tersebut, baik yang sempat terhitung atau pun tidak, tercermin pada satu ayat al-Qur'an, yaitu:
"Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka." (al-Baqarah:187)

Makna Sakinah, Mawaddah dan Rahmah

Al-Qur'an telah menggambarkan hubungan insting dan perasaan di antara kedua pasangan suami-istri sebagai salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah dan nikmat yang tidak terhingga dari-Nya. Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (ar-Rum:21)

Kecenderungan dan rasa tentram suami kepada istri dan kelengketan istri dengan suaminya merupakan hal yang bersifat fitrah dan sesuai dengan instingnya. Ayat ini merupakan pondasi kehidupan yang diliputi suasana perasaan yang demikian sejuk. Isteri ibarat tempat suami bernaung, setelah perjuangannya seharian demi mendapatkan sesuap nasi, dan mencari penghiburnya setelah dihinggapi rasa letih dan penat. Dan, pada putaran akhirnya, semua keletihannya itu ditumpahkan ke tempat bernaung ini. Ya, kepada sang istri yang harus menerimanya dengan penuh rasa suka, wajah yang ceria dan senyum. Ketika itulah, sang suami mendapatkan darinya telinga yang mendengar dengan baik, hati yang welas asih dan tutur kata yang lembut.

Profil wanita shalihah ditegaskan melalui tujuan ia diciptakan, yaitu menjadi ketentraman bagi laki-laki dengan semua makna yang tercakup dalam kata "Ketentraman (sakinah) itu. Dan, agar suatu ketentraman dikatakan layak, maka ia (wanita) harus memiliki beberapa kriteria, di antara yang terpenting; Pemiliknya merasa suka bila melihat padanya; Mampu menjaga keluarga dan hartanya; Tidak membiarkan orang yang menentang nya tinggal bersamanya.

Terkait dengan surat ar-Rûm, ayat 21 di atas, ada beberapa renungan:

Renungan Pertama. Abu al-Hasan al-Mawardy berkata mengenai makna, "Dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang." (ar-Rum:21). Di dalam ayat ini terdapat empat pendapat:
Pertama, bahwa arti Mawaddah (rasa kasih) adalah al-Mahabbah (kecintaan) sedangkan arti Rahmah (rasa sayang) adalah asy-Syafaqah (rasa kasihan).
Ke-dua, bahwa arti Mawaddah adalah al-Jimâ' (hubungan badan) dan Rahmah adalah al-Walad (anak).
Ke-tiga, bahwa arti Mawaddah adalah mencintai orang besar (yang lebih tua) dan Rahmah adalah welas asih terhadap anak kecil (yang lebih muda).
Ke-empat, bahwa arti keduanya adalah saling berkasih sayang di antara pasangan suami-isteri. (al-Mawardy: an-Nukat Wa al-'Uyûn )

Ibn Katsir berkata, "Di antara tanda kebesaran-Nya yang menunjukkan keagungan dan kesempurnaan kekuasaan-Nya, Dia menciptakan wanita yang menjadi pasangan kamu berasal dari jenis kamu sendiri sehingga kamu cenderung dan tenteram kepadanya. Andaikata Dia menjadikan semua Bani Adam (manusia) itu laki-laki dan menjadikan wanita dari jenis lain selain mereka, seperti bila berasal dari bangsa jin atau hewan, maka tentu tidak akan terjadi kesatuan hati di antara mereka dan pasangan (istri) mereka, bahkan sebaliknya membuat lari, bila pasangan tersebut berasal dari lain jenis. Kemudian, di antara kesempurnaan rahmat-Nya kepada Bani Adam, Dia menjadikan pasangan mereka dari jenis mereka sendiri dan menjadikan di antara sesama mereka rasa kasih (mawaddah), yakni cinta dan rasa sayang (rahmah), rasa kasihan. Sebab, bisa jadi seorang laki-laki mengikat wanita karena rasa cinta atau kasih terhadapnya hingga mendapat kan keturunan darinya atau ia (si wanita) butuh kepadanya dalam hal nafkah atau agar terjadi kedekatan hati di antara keduanya, dan lain sebagainya" (Tafsir Ibn Katsir)

Renungan ke Dua. Mari kita renungi sejenak firman-Nya, "dari jenismu sendiri." Istri adalah manusia yang mulia di mana terjadi persamaan jenis antara dirinya dan suami, sedangkan laki-laki memiliki tingkatan Qiwâmah (kepempimpinan) atas wanita (baca: al-Baqarah:228).

Kepemimpinan suami bukan artinya bertindak otoriter dengan membungkam pendapat orang lain (istri,red). Kepemimpinannya itu ibarat rambu lalu lintas yang mengatur perjalanan tetapi tidak untuk memberhentikannya. Karena itu, kepemimpinan laki-laki tidak berarti menghilangkan peran wanita dalam berpendapat dan bantuannya di dalam membina keluarga.

Renungan ke Tiga. Rasa aman, ketenteraman dan kemantapan dapat membawa keselamatan bagi anak-anak dari setiap hal yang mengancam eksistensi mereka dan membuat mereka menyimpang serta jauh dari jalan yang lurus, sebab mereka tumbuh di dalam suatu 'lembaga' yang bersih, tidak terdapat kecurangan maupun campur tangan, di dalamnya telah jelas hak-hak dan arah kehidupan, masing-masing individu melakukan kewajiban nya sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ,
"Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas yang dipimpinnya."

Kepemimpinan sudah ditentukan dan masing-masing individu sudah rela terhadap yang lainnya dengan tidak melakukan hal yang melampaui batas. Inilah makna firman-Nya dalam surat an-Nisâ`, ayat 34.

Renungan ke Empat. Masing-masing pasangan suami-isteri harus saling menghormati pendapat yang lainnya. Harus ada diskusi yang didasari oleh rasa kasih sayang tetapi sebaiknya tidak terlalu panjang dan sampai pada taraf berdebat. Sebaiknya pula salah satu mengalah terhadap pendapat yang lain apalagi bila tampak kekuatan salah satu pendapat, sebab diskusi obyektif yang diasah dengan tetesan embun rasa kasih dan cinta akan mengalahkan semua bencana demi menjaga kehidupan rumah tangga yang bahagia.

Renungan ke Lima. Rasa kasih dan sayang yang tertanam sebagai fitrah Allah subhanahu wata'ala di antara pasangan suami-isteri akan bertambah seiring dengan bertambahnya kebaikan pada keduanya. Sebaliknya, akan berkurang seiring menurunnya kebaikan pada keduanya sebab secara alamiah, jiwa mencintai orang yang memperlaku kanya dengan lembut dan selalu berbuat kebaikan untuknya. Nah, apalagi bila orang itu adalah suami atau isteri yang di antara keduanya terdapat rasa kasih dari Allah subhanahu wata'ala , tentu rasa kasih itu akan semakin bertambah dan menguat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Dunia itu adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangannya adalah wanita shalihah."

Renungan ke Enam. Kesan terbaik yang didapat dari rumah tangga Nabawi adalah terjaganya hak dalam hubungan suami-isteri baik semasa hidup maupun setelah mati. Hal ini dapat terlihat dari ucapan istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tercinta, 'Aisyah radhiyallahu ‘anha yang begitu cemburu terhadap Khadijah radhiyallahu ‘anha , istri pertama beliau padahal ia sudah wafat dan belum pernah dilihatnya. Hal itu semata karena beliau sering mengingat kebaikan dan jasanya.

Semoga Allah subhanahu wata'ala menjadikan rumah tangga kaum Muslimin rumah tangga yang selalu diliputi sakinah, mawaddah dan rahmah. Dan hal ini bisa terealisasi, manakala kaum Muslimin kembali kepada ajaran Rasul mereka dan mencontoh kehidupan rumah tangga beliau.

www.google.com

Habibi nama yang indah

Habibi berasal dari bahasa Arab yang artinya Kekasihku..sedangkan Miftahul artinya Kunci atau pembuka..kalau namanya Miftahul habibi berarti pengertiannya kurang lebih "Kunci/Pembuka kekasih...
www.google.com

www.google.com

8 Tanda Anda Berjodoh dengan Pasangan

Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu,entah itu pekerjaan sepele atau besar. Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain.
Nah,apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!

Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak
dibuat-buat? Jika tidak, (maaf). Kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.

Pertanda 3
Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan...

Pertanda 4
Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.

Pertanda 5
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS Anda datang menyerang? Dia cepat-cepat datang dan mencarikan obat tatkala mendengar kabar Anda sakit? Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya...

Pertanda 6
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya.. Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya..

Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil 'buruk' di depannya sekalipun,misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.

Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan!

Apakah kedelapan pertanda di atas telah Anda temukan padanya?

Cinta Sejati

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir
menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana
memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita
sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama
lebih bahagia".

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika
sarapan, mereka siap mendiskusikannya.

"Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu
mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman. Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia
sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir.

"Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan" jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis di atas meja dan berkata dengan bahagia "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata, "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna,
dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku.
Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang"

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa
adanya, Ia menunduk dan menangis.

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depresi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal- hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan
pengharapan. Mengapa harus menghabiskan
waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika
kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita?

Kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.
Cinta tak pernah memandang kekurangan orang yang kita sayangi dan kita cintai. Cinta hanya akan membawa kebahagian dan saling berbagi
untuk memahami kekurangan masing-masing. mencintai dengan apa adanya.

Cinta tak pernah menyakiti, yang sebenarnya adalah menambah kedewasaan dan cara berpikir kita untuk memandang hidup, sebagai
kasih karunia Tuhan yang terbaik. Cintailah semua makhluk dengan harapan semua berbahagia.

Atasi Perselingkuhan dengan Terus Terang

Perselingkuhan pasti bisa dicegah. Kuncinya: suami-istri harus terus terang dan tak melakukan apa yang tak dikehendaki pasangan. Anda siap?

Terus terang hanya dua suku kata tapi untuk mewujudkannya tak sesederhana itu. Beberapa penelitian menunjukkan, hanya sebagian kecil saja suami-istri yang bisa saling terus-terang. Dari sebagian kecil itu, hanya sebagian kecil saja dari mereka yang memahami arti terus terang yang sesungguhnya. Kenapa?

Tak Siap Mental

Pernahkah suami Anda bercerita tentang mantan pacarnya? Sebagian besar wanita justru memilih sikap tak hendak mendengarnya sama sekali.

Kalau sampai suami bercerita atau menyebut-nyebut mantan pacarnya, mereka sangat cemburu dan meragukan cinta sang suami padanya.

Lalu, pernahkah suami Anda bercerita sejauh apa perbuatan yang pernah ia lakukan bersama mantan pacarnya? Hampir semua wanita menutup mata dan kupingnya untuk informasi ini. Mereka lebih memilih tidak tahu sama sekali supaya penilaiannya terhadap sang suami tak berubah gara-gara informasi tersebut.

Memang, semua itu adalah masa lalu. Tapi, justru dari masa lain itulah Anda sebenarnya bisa mendapatkan gambaran yang jelas dan otentik tentang karakter suami Anda. Bahkan, dari masa lalu itulah Anda akan bisa menempatkan diri serta memperlakukannya hingga ia benar-benar menjadi milik Anda seorang.

Kenapa sebagian besar wanita tak hendak mengetahui masa lalu suaminya? Ini semata-mata karena mereka umumnya tak siap mental, jikalau masa lalu suami membuatnya bergidik, tercengang, terperanjat, atau bahkan menyesal menikah dengan pria yang punya masa lalu seperti itu.

Takut Suami Tersinggung

Sikap tak ingin tahu itu juga merembet ke hal-hal lain. Misalnya, pernahkah Anda bertanya, apa yang disukai dan tidak disukai suami dari Anda? Sebagian besar wanita tak berani menanyakan ini. Padahal, dengan mengetahui hal ini, Anda akan lebih mudah dan terarah menata diri. Anda jadi tahu, perilaku apa saja yang harus dipertahankan serta yang harus ditinggalkan.

Dengan memberi kesempatan kepada suami untuk mengemukakan secara terus terang harapan serta keinginannya tentang Anda, itu berarti terbuka pula peluang bagi Anda untuk mengemukakan keinginan Anda dari suami. Sayangnya, sebagian besar istri lebih banyak bersifat menunggu, tak hendak mengambil inisiatif. Takut mendahului, takut suami tersinggung.

Asal Anda tahu, para suami sebenarnya sangat bangga bisa memenuhi keinginan istrinya, sejauh itu mampu dipenuhinya. Tapi, karena mereka adalah makhluk yang jarang memuji, makanya Anda sebaiknya memancing dia dengan sejumlah pertanyaan. Dengan begitu, apa yang ada di hatinya akan terungkap secara terus terang. Mereka akan sangat senang karena Anda berkenan mendengarkan pendapatnya, apalagi mau mengikuti saran-sarannya.

Dalam berbagai kesempatan, ada suami yang bercerita bahwa ia sedih karena istrinya hampir tak pernah minta sarannya. Ia jadi sering merenung, apakah karena sarannya tidak berguna hingga sang istri tak menginginkan sarannya? Jadi, meskipun Anda bisa dan mampu melakukan semuanya, dengan mendengar serta mengakomodir saran pasangan itu juga menjadi bagian dari keterus-terangan yang sangat berarti untuk mencegah perselingkuhan.

Konsekuensi Terus Terang

Logikanya, dengan saling berterus- terang, suami-istri jadi tahu apa yang disukai dan tak disukai pasangannya Namun, kenyataannya, apa yang sudah diketahui itu hanya dianggar angin lalu. Seperti komentar suami berikut ini."Ia,kan, sudah tahu sudah tahu saya paling tidak suka ditanya-tanya dan diserobot dengan pertanyaan kalau baru pulang kerja, eh tetap saja saya diberondongnya dengan
pertanyaan ini-itu!"

Atau, keluhan seorang istri, "Ya, kan, sudah tahu saya paling tidak suka jika dibanding-bandingkan dengan kakak atau adik saya. Kalau mau nasihatin ya nasehatin saja, tak usah dibandingkan, meskipun dengan saudara sendiri!"

Begitulah umumnya kesalahan pasangan suami-istri. Mereka rata-rata sudah tahu apa yang disukai dan tidak disukai pasangannya. Namun, anehnya perilaku sehari-hari dalam menghadapi pasangan sama sekali tak mengantisipasi apa yang sudah diketahui itu. Akibatnya, ketersinggungan yang dirasakan pasangan menjadi semakin mendalam.

Dengan kata lain, sudah tahu ini dan itu tidak boleh tapi tetap dilakukan juga. Maka, masing-masing merasa bahwa pasangannya sengaja menyakiti atau sengaja menyinggung perasaannya.

Nah, inilah yang namanya tak menghargai buah dari keterus-terangan. Kalau sudah begini, untuk apa berterus terang? Untuk apa saling tahu? Seharusnya, hasil terus terang itu adalah masing-masing pasangan jadi mampu saling memahami, saling berempati, hingga ada sejumlah pemakluman. Istri atau suami pasti merasa sangat bangga jika dipahami pasangannya.

Nah, realitas inilah yang akan menyejukkan hati, yang secara otomatis mampu meredam hasrat untuk berpaling ke lain hati

Wanita

Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.

Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan.

Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele... sehingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya... sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu...kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.

Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah wanita.

Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah wanita.

Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki...tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.... tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.

Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya...kata-kata yang lembut... ungkapan-ungkapan sayang yang sepele...namun baginya sangat berarti... membuatnya aman di dekatmu....

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan wanita.

Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang...seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.

Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang.

Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya.... tetapi jika wanita berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya....

Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, karena wanita adalah bagian dari laki-laki... apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu.

Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga.

Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana.... karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini.

Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga. .. karena kau dan dia adalah satu.... dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya.

Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.

Mengatasi Perbedaan Sifat

Konon kebiasaan seseorang sudah datang dari sono-nya, sehingga sulit sekali untuk diubah. Tapi, bukan berarti tak bisa diatasi, kan?

Kadang-kadang aneh juga, kenapa banyak orang yang ingin mengubah kebiasaan orang lain, terutama calon pasangannya. Padahal, kalau dipikir-pikir, justru perbedaan itu yang membuat "dia" terlihat menarik.

Tapi, kalau mendengar alasan sejumlah wanita dan pria, kenapa mereka ingin mengubah pasangannya, nampaknya masuk akal juga. "Dia oke, tapi ada kebiasaan yang kayaknya kurang sreg," begitu kira-kira.

Konon, keinginan merubah pasangan itu timbul karena ego, "naluri" untuk memiliki dan merasa aman --tepatnya, agar diri merasa nyaman. Tak heran banyak yang melakukannya dengan membabi buta (ngomel sana, ngomel sini) tanpa menyadari efek sampingnya.

Memang ada yang berhasil, tapi ada juga yang membuahkan masalah baru. Walau bukan solusi yang tepat, nampaknya putus hubungan, bercerai, dan "perang dingin", menjadi alternatif paling baik, bila usaha merubah pasangan tak berhasil. Lantas, apa solusi yang terbaik?

Kata para ahli, kita harus berusaha mengubah sudut pandang terhadap satu masalah. Dengan begitu, lambat laun, fokus dalam diri akan berubah dan --kemungkinan besar, bisa menerima apa yang pasangan kita lakukan.

"Daripada memfokuskan diri untuk mengubah kebiasaan pasangan, akan lebih baik jika kita membangun atmosfer baru dengan mencoba saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing," jelas Neil Jacobson, seorang dosen psikologi asal University of Washington.

Berdasar studi yang dilakukannya, 89% pasangan yang memberlakukan sikap saling nrimo itu, umumnya merasa puas dengan hubungan mereka. "Mereka pun menjadi lebih bahagia karena 'peperangan' tak sering terjadi."

Untuk itu, Jacobson mengemukakan dua strategi yang bisa diterapkan dalam mengatasi perbedaan kebiasaan dengan pasangan, yakni:

1. Berhentilah terobsesi mengubah si dia. Daripada terus-menerus menuduh pasangan Anda sembrono atau serampangan misalnya, lebih baik tunjukkan bahwa Anda memiliki kebiasaan dan sikap baik yang berbeda. Kemudian Anda bisa berdiskusi layaknya sepasang yang tengah memcahkan persoalan.

2. Cobalah untuk menerima dirinya kendati dirinya tidak memenuhi sosok ideal Anda. Ingat, perbedaan-perbedaan itulah yang konon menjadi bagian dari rasa cinta itu sendiri bukan?